Minggu, 24 Maret 2019


Biography Recep Tayyip Erdogan


Recep Tayyip Erdogan was born on February 26, 1954 (1), in the Kasimpasa quarter of Istanbul, Turkey, to parents Ahmet and Tenzile Erdogan. Erdogan was elected head of the party's Beyoglu Youth Branch and Istanbul Youth Branch in 1976. The party was dissolved in the wake of a 1980 military coup, and after Erdogan earned a graduate degree from Marmara University’s Faculty of Economics and Administrative Sciences in 1981, he worked as an accountant and a manager in the private sector.

Erdogan returned to politics with the formation of the Welfare Party in 1983, becoming the Beyoglu District head in 1984. The following year, he was voted the Istanbul Provincial head and named to the Central Executive Board. Tasked with improving voter turnout, Erdogan was credited for the party's success in the 1989 municipal elections.

Recep Tayyip Erdogan was elected mayor of Istanbul in 1994. The first Islamist to serve in this role, he demonstrated his religious commitment by banning alcohol from city-owned cafes. He also successfully tackled the city's water shortage, reduced pollution and improved infrastructure, helping to modernize the country's capital (2).

Erdogan came under serious fire in December 1997 after publicly reciting a poem which included the lines "The mosques are our barracks, the domes our helmets, the minarets our bayonets and the faithful our soldiers." Charged with violating secularist law and inciting religious hatred, he was forced to step down as mayor and barred from public office, and ultimately wound up serving four months in prison in 1999. And also ordered the military to crush peaceful demonstrations at Istanbul's Gezi Park (3).

Erdogan became the AKP's candidate in Turkey's first direct election for the presidency, and was inaugurated on August 28, 2014. Although the role had previously been more of a ceremonial one, Erdogan indicated his intention to establish new powers as president (4). His goal was temporarily impeded when the AKP failed to garner a majority in the 2015 parliamentary elections, but after attempts to form a coalition government faltered, the AKP regained the majority in an election that November.

Mounting unrest boiled over in the form of an attempted military coup on the night of July 15, 2016. Erdogan, who was vacationing with his family (5), narrowly avoided trouble when his hotel was raided, and successfully escaped to . Out of harm's way, he took to the video chat app FaceTime to implore his countrymen to fight the renegade military units. He was largely supported by key government officials and influential figures, and within a few hours the coup, which resulted in more than 400 deaths and another 1,400 people injured, had been quashed.

      1.       Past Tenses (1)
      2.       Invinitive (2)
      3.       Invinitive (3)
      4.       Reflexive Pronouns (4)
      5.       Personal Pronouns (5)

Senin, 27 Agustus 2018

Membangun Supporting System


Leadership Group Discussion

Supporting system adalah suatu sistem penyokong yang berfungsi untuk membantu sistem utama dalam menggapai tujuan utamanya, biasanya supporting system ini digunakan oleh suatu kelompok atau organisasi dalam mengembangkan dan meningkatkan tingkat kualitas serta pencapaian target-target suatu organisasi, baik target dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Supporting system sangat dibutuhkan bagi perusahaan maupun organisasi karena fokusnya supporting system ini sangat memberikan pengaruh terhadap kinerja sumberdaya manusia dan kinerja keseluruhan suatu perusahaan.
Supporting system ini fokus terhadap berbagai hal, salah satunya terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas kinerja sumberdaya manusia dalam suatu organisasi. Dalam organisasi seringkali dan menjadi hal yang lumrah ketika didalamnya terdapat egoisme yang timbul dan mengakar pada tiap diri sumberdaya manusia. Namun hal ini tidak dapat dianggap sepele, karena hal kecil ini jika dibiarkan akan menjadi besar dan berdampak buruk bagi keberlangsungan suatu perusahaan atau organisasi
Maka dari itu perlu adanya supporting system yang fokus terhadap perkembangan sumberdaya manusianya. Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mengurangi permasalahan egoisme yang terjadi pada individu ataupun kelompok pada suatu organisasi:
  • ·     Perlu adanya arahan dan kompleksitas terhadap tujuan perusahaan secara jelas dan tertanam pada setiap sumberdaya manusia dalam suatu organisasi
  • ·         Perlu adanya koordinasi secara baik dan merata, sebaiknya menggunakan gaya kepemimpinan 360° yang menerapkan kepemimpinan secara baik dalam melakukan koordinasi penyebaran informasi, dari struktur atas kebawah, kanan ke kiri semuanya setara dan pemerataan dalam mengetahui informasi
  • ·  Musyawarah mufakat dilakukan untuk mendapatkan keputusan tertinggi, dan transparansi kepentingan
  •   Pendekatan kepada sumberdaya manusia secara baik untuk menghilagkan gap dan sikap mementingkan kepentingan pribadi
  • ·      Mengambil keputusan harus secara objektif dan bersama-sama
  • ·   Menerapkan sistem yang baik untuk dapat mengendalikan kondisi internal dan pengendalian egoisme atau keputusan sepihak atas kepentingan pribadi
  • ·      Membuat tata kelola yang detail tentang supporting system
  • ·    Pengelolaan egoisme dalam organisasi dengan menerapkan dan mempelajari manajemen stress untuk sumberdaya manusia suatu organisasi
  • ·    Arah dan pemberian pengetahuan tentang kepentingan divisi kepada seluruh anggota suatu organisasi oleh pemimpin untuk tidak tenggelam dalam kesalahan langkah dalam kurangnya pengetahuan tentang amanah dalam organisasi
  • ·  Memahami sistem, memahami alur perusahaan, kemudian penyatuan pemikiran atau satu pemikiran.
  • ·   Satu pendapat dan menyatukan pendapat dan mempercayakan keputusan dalam suatau gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin.
  • ·     Memahami bahwa tujuan dari pengambilan keputusan adalah diniatkan untuk menemukan jalan terbaik

Untuk membangun supporting system haruslah memikirkan faktor berikut:

Pertama, harus memahami diri kita sendiri baru dapat memahami orang lain. Implementasi supporting system dalam kepengurusan (BPH), setelah itu selalu mengingat prioritas kita seberapa besar untuk SEF kemudian membuat capaian dan target untuk menimbulkan semangat dan motivasi. Apa yang kita berikan untuk SEF sesuai dengan tujuan system tersebut. Kemudian memberikan dengan ilmu pengetahuan. Meminimalisir keegoisan dengan merubah diri. Tentukan posisi kita dan posisinya. Yang terakhir mengatur manajemen stress, kuantitas, kualitas, arahan dan kompleksitas suatu amanah.




Dinamika Dakwah

Dinamika dakwah adalah suatu proses dakwah yang didalamnya penuh dengan tantangan dan rintangan yang terus berproses, kadang tantagan itu naik tingkat kesulitanya dan kadang turun tingkat kesulitan yang dihadapi oleh pendakwah. Dinamika dakwah pasti akan terjadi dan selalu terjadi dan akan dihadapi oleh para pendakwah sebagai fungsinya untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan para pendakwah. Karena sunatullahnya memang dakwah itu tidak mudah bahkan sakit, ibarat memegang bara api, itulah rasa sakitnya berdakwah. Namun rasa sakit ini kita rasakan dan terus kita terima dengan lapang dada semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah dan jannahnya.
Dinamika dakwah ini menjadi pemecut bagi para pendakwah untuk tidak berleha-leha, tidak santai, tidak lemah, dan tidak malas dalam menggapai ridho Allah karena didalamnya kita butuh ikhtiar sebagai upaya untuk menjadi pendakwah yang sanggup mejalani estafet dakwah nabi untuk diemban pada bahu tiap pendakwah. Maka ikhtiar yang dilakukan sebagai pemuda dan terkhusus pemuda Sharia Economic Forum (SEF) melihat dari aspek dari yang paling kecil sekali. Menamai dirinya sebagai Generasi Emas, yang berharap bahwa pemuda SEF haruslah bisa menjadi generasi-generasi terbaik, garda terdepan dalam penerus estafet dakwah nabi kepadanya. Generasi Emas ini diharapkan mampu mengikuti seperti kehebatan dan ketakwaanya generasi penakluk konstantinopel yaitu pasukanya Muhammad Al-Fatih sebagai pasukan terbaik yang dijuluki langsung oleh Allah.
Solusi diberikan oleh kak Reza bagaimana dalam menghadapi dinamika dakwah ini:
·       Luruskan niat
Dimulai dari bangun tidur sudah diniatkan sebelum beraktifitas bahwa tujuan hidup kita adalah untuk Allah
·      Sadarilah kita seorang pemuda islam yang dilemahkan oleh kaum musyrik dan kafir
·     Jangan lupa menuntut ilmu
    Dalam menuntut ilmu sang pendakwah harus terus haus akan ilmu, tidak boleh kenyang dalam menuntut ilmu karena ilmu sangat luas dan merinci segala aspeknya.
Pendakwah harus selalu muhasabah diri. SEF adalah cermin, agar mampu melihat kemampuan seorang pendakwah sudah sampai mana?, kelemahan seorang pendakwah seperti apa?, dan kejelekannya dimana?
Seorang pendakwah tidak boleh melihat kenormalan publik (rata-rata) sebagai gatis kenormalan, harus diatas rata-rata sebagai pemuda. Gunakan teori-teori yang upnormaldalam menilai dan action dalam menjalankan kehidupan.
·        Minta nasihat, minta dikritik, bukan minta dipuji
Fungsinya agar sadar punya tanggung jawab dan mengerti bahwa kita hidup dan berkehidupan sebagai muslim.
·       SEF bukan rumah yang rata-rata
Rumah cahaya yang harus dipenuhi dan dibentuk untuk membentuk manusia didalamnya
·       Utopia
Membahas manusia dan bangsa yang idealis, fungsinya agar lebih baik
·  Singa dipimpin kambing akan menjadi singa berjiwa kambing, namun jika singa memimpin kambing, maka kambing akan berjiwa singa. Jadi singa bukan untuk dipuji dan dimuliakan tapi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab bahwa tanggung jawab nabi adalah visi umat islam juga
·    Kuatkan aqidah agar terbentuknya mindset yang baik
Maksimalkan kesempatan dan peluang yang ada untuk mengembangkan diri dan menebar kebermanfaatan. Karena sunatullah dakwah adalah menebar kebermanfaatan dan mengajak kepada hal yang baik dan lurus. Maka sunatullah dakwah adalah berat sehingga perlu niat yang kuat dan ikhlas dalam menjalankan dakwah juga benar caranya dalam berdakwah. Ini semua sebagai pondasi awal untuk menjalankan tanggung jawab sebagai manusia islam
Pendakwah juga perlu ilmu karena dalam dakwah ilmu lah yang disampaikan dan diberikan. Dan ilmu mampu membawa kita kemanapun. Maka giatkanlah budaya membaca dalam kehidupan untuk menambah wawasan.
·         Jadilah orang besar yang tidak sama dengan rata-rata orang lainnya
·         Takdir, kesempatan saat ini bukanlah suatu hal yang kebetulan
·         Lingkungan yang positif sangat penting
·         Orang-orang profesional adalah orang–orang yang ikhlas
·         Takwa adalah nyawa bagi seorang pendakwah
·         Pembelajar akan menjadi orang yang tumbuh besar
·         Khairunnas anfauhum linnas
·         Pemenang sejati berjuang sampai titik darah penghabisan
·         Insan yang baik, insan yang penuh dedikasi
Dakwah adalah amanah, dalam amanah ada dinamika, dan dinamika tidaklah lurus dan mudah-mudah saja. Namun perlu diambil segala hikmahnya dalam dinamika dakwah ini. Dalam berdakwahpun perlu adanya mimpi dan target untuk mencapai akhirat, loyalitas, dan semangat, dibangun secara otomatis ketika adanya mimpi yang ditanamkan pada diri setiap orang.

Senin, 30 Oktober 2017

ANALISIS SWOT PADA KOPERASI



            Di era globalisasi serta perkembangan teknologi yang sangat pesat menyebabkan ketatnya persaingan dalam perekonomian. Tidak hanya sekedar persaingan strategi penjualan saja, dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat menjadi indikator sebagai daya tarik konsumen. Lemahnya koperasi saat ini serta menurunya peminat konsumen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dikoperasi salah satunya merupakan impact dari kurangnya strategi koperasi dalam mengikuti tren kebutuhan masyarakat serta kurangnya fasilitas dan teknologi yang kurang memadai. Konsumen yang beralih dari koperasi ke market yang modern menjadi indikator bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang maksimal dengan harga yang minimal, namun koperasi belum mampu memenuhi tingkat kepuasan konsumennya serta belum siap bersaing dalam pasar yang terus berkembang dan memiliki inovasi terbaru.   
Analisis SWOT Penerapan strategi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dalam pengembangan koperasi yang dikhususkan pada pengembangan strategi manajemen koperasi itu sendiri. SWOT merupakan perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman dalam suatu proyek atau spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangkan Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang.
            Kekuatan koperasi:
  •  Sebagai pendorong peekonomian masyarakat kelas menengah kebawah.
  • Meningkatkan pembangunan daerah sekitar koperasi.
  • Badan usaha yang sesuai dengan ciri khas masyarakat indonesia. 
  • Sistem koperasi yang mudah dalam mendapatkan modal
  • Mensejahterakan anggotanya 
  • Bersifat terbuka dan sukarela 
  • Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, tidak berdasarkan besarnya modal yang disetor 
            Kelemahan koperasi:
  • Koperasi kekurangan modal Akibat anggota yang kurang
  • Banyaknya anggota koperasi yang kurang sadar tentang hak dan kewajibannya dalam koperasi
  • Kurangnya kemampuan SDM dalam pelayanan
  • Daya saing yang rendah, akibat dari kualitas produk yang dihasilkan kurang berkualitas
         Peluang koperasi:
  • Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
  • Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
  • Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
  • Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi. 
  •   Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia
  • Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
  • Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
  • Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi. 
  •   Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
  •  Dukungan kebijakan dari pemerintah.
  • Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi. 
  •   Daya beli masyarakat tinggi.

            Ancaman koperasi:
  • Persaingan usaha yang semakin ketat.
  • Peranan Iptek yang makin meningkat.
  • Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi
  • Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
  • Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
  • Pasar bebas.
  • Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
  • Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah.
  • Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi
  • Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
  •  Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi.
  • Tarif harga yang ditetapkan pemerintah
  •  Menurunnya daya beli masyarakat.
             Dari analisis SWOT diatas dapat diketahui bahwa Kurangnya pemanfaatan teknologi serta penggunaan inovasi terbaru serta kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang fungsi dan kegunaan koperasi. Tujuan didirikannya koperasi tentu guna membangun perekonomian masyarakat serta membangun sikap mandiri jiwa usaha masyarakat. kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala yang lebih besar.

Minggu, 29 Oktober 2017

Proposal Pendirian Koperasi





PROPOSAL PENDIRIAN KOPERASI
DESA SUKAJADI



Diusulkan oleh:
Nama:  Zaki Ilhaam Muhammad
NPM:  27216910


UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. koperasi didirikan dalam bentuk kerja sama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar serta membangun tatanan perekonomian nasional. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya milik orang kaya melainkan juga milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Berdasarkan UU No 12 tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Pada hakekatnya koperasi merupakan suatu lembaga ekonomi yang sangat diperlukan dan penting untuk diperhatikan sebab koperasi merupakan suatu alat bagi orang-orang yang ingin meningkatkan taraf hidupnya. Dasar kegiatan koperasi adalah kerjasama yang dianggap sebagai cara untuk memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi masing-masing, oleh sebab itu sudah selayaknya apabila koperasi menduduki yang penting dalam sistem perekonomian suatu Negara, begitupun koperasi yang kami dirikan di desa sukajadi ini merupakan unit yang dibentuk oleh masyarakat sekitar dalam rangka menunjang pelaksanaan dan keberhasilan studi serta kesejahteraan mahasiswa.

1.2  Tujuan Pendirian Koperasi
            Menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat desa sukajadi. Memelihara dan meningkatkan mutu pengetahuan dan keterampilan dibidang perkoperasian. Menumbuhkan jiwa tanggungjawab serta jiwa kerjasama antar masyarakat desa. Sebagai sarana untuk kebutuhan pokok masyarakat desa sukajadi. Serta menumbuhkan penghasilan masyarakat sekitar koperasi.

1.3  Visi Dan Misi
      Visi
Terwujudnya koperasi yang mendongkrak perekonomi masyarakat sekitar koperasi

Misi
1   Menyediakan kebutuhan pokok masyarakat
2   Menciptakan situasi yang kondusif dalam mendukung kinerja anggota koperasi.
3   Koperasi sebagai tulang punggung ekonomi masyrakat.



BAB II
ASPEK PEMASARAN

2.1  Sasaran
            seluruh lapisan warga desa sukajadi, yang berpendidikan formal maupun tidak. Khususnya bagi warga desa yang belum memiliki penghasilan.

2.2 Keunggulan Perusahaan
            koperasi ini akan menjadi pusat perbelanjaan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat, harga menjangkau kalangan menengah kebawah sebagai wadah pengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

2.3 Waktu Dan Tempat
Acara Pembukaan dan Rapat keanggotaan koperasi akan di laksanakan pada :
Hari                      : Rabu
Tanggal                : 1 November 2017
Waktu                  : 09.00-selesai
Tempat                 : Kantor Kepala Desa sukajadi, Bogor



BAB III
ASPEK ORGANISASI DAN ANGGARAN

3.1 Susunan Pengurus Koperasi
   1)      Pelindung                       : Zaki Ilhaam Muhammad
   2)      Penanggung  Jawab       : Muhammad Wizly
   3)      Penasehat                       : Siti Juminten
   4)      Ketua                             : Siti Juleha
   5)      Sekertaris                       : 1. Ipeh hasanah hutapea
                                                      2. Susi Tukiyem   
   6)      Bendahara                      : 1. Juleha Cantika
                                                      2. Maesaroh Mimin
   7)      Humas                            : 1. Ojan Supardi
                                          2. Tito Bayu
   8)      Anggota                         : 1. Suparman Sukri
                                                     2. Indra Palelo
                                                     3. Alpin Sukoy
                                                     4. Jogod Sitohang
                                                     5. Endin Ega
                                                     6. Udin Wolker
                                                     7. Sukma Sigalo
                                                     8. Toto Wahyudin
                                                     9. Jaun Kasep
                                                    10. Topak Sitohang Gragahar


 AKTA PENDIRIAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

                          Nama               :
               Alamat             :
               Pekerjaan         :
2                   Nama               :
               Alamat             :          
               Pekerjaan         :
3                    Nama               :
               Alamat             :
               Pekerjaan          :

            Atas kuasa rapat pembentukan Koperasi desa Sukajadi yang diselenggarakan tanggal 1 Novemeber 2017 ditunjuk oleh pendiri selaku kuasa pendiri dan sekaligus untuk pertama kalinya sebagai pengurus Koperasi :

Dengan susunan sebagai berikut :

   1.      Ketua                              : Zaki Ilhaam Muhammad
   2.      Sekretaris                       : Ipeh Hasanah Hutapea
   3.      Bendahara                      : Siti Juleha

Kuasa pendiri menyatakan mendirikan Koperasi desa Sukajadi serta menandatangani Anggaran Dasar Koperasi desa sukajadi dengan ketentuan sebagai berikut :

 
3.2  Rencana Anggaran Pendapatan Koperasi
                                   
No.
Nama anggota
Jenis Simpanan
Jumlah
Pokok
Wajib
Sukarela
1
Suparman Sukri
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp10.000
Rp1.030.000
2
Indra Palelo
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp15.000
Rp1.035.000
3
Alpin Sukoy
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp5000
Rp1.025.000
4
Jogod Sitohang
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp10.000
Rp1.030.000
5
Endin Ega
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp5.000
Rp1.025.000
6
Udin Wolker
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp15.000
Rp1.035.000
7
Sukma Sigalo
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp10.000
Rp1.030.000
8
Toto Wahyudin
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp10.000
Rp1.030.000
9
Jaun Kasep
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp15.000
Rp1.035.000
10
Topak S. Gragahar
Rp1.000.000
Rp20.000
Rp15.000
Rp1.035.000
Jumlah Total
Rp10.310.000


3.3 Sumber Pendanaan
Uraian
Jumlah
1.      Modal Sendiri
Rp. 10.310.000
2.      Pinjaman
-
Total
Rp. 10.310.000

3.4 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Uraian
Jumlah
1.      Sewa Tempat
Rp 3.500.000/thn
2.      Peralatan Kantor
Rp 500.000
Total
Rp 4.000.000

3.5 Analisa Biaya Tetap
Uraian
Banyaknya
Jumlah
Gaji
2
Rp 500.000
Total

Rp 500.000

3.6 Analisa Biaya Variabel
Uraian
Banyaknya
Harga/Unit
Jumlah
1.Buku
20
Rp                2.500
 Rp               50.000
2.Pensil
50
Rp                2.000
 Rp               10.000
3.Pulpen
50
Rp                2.500
 Rp              125.000
4.HVS
150
Rp                   250
 Rp                37.500
5.Penggaris
50
Rp                1.000
 Rp                50.000
6.Penghapus
1.000
Rp                1.000
 Rp           1.000.000
7.Type-x
50
Rp                2.000
 Rp              100.000
8.Map
50
Rp                1.000
 Rp                50.000
9.Binder
25
Rp              15.000
 Rp              375.000
10.Kalkulator
15
Rp              90.000
 Rp           1.350.000
11.Buku Gambar
50
Rp                2.500
 Rp              125.000
12.Label
50
Rp                1.000
 Rp                50.000
13.Kertas Binder
50
Rp                8.000
 Rp              400.000
14.Flashdisk 4GB
30
Rp              50.000
 Rp           1.500.000
15.CD-RW
60
Rp                2.000
 Rp              120.000
Total

Rp            180.700
Rp           5.342.500

3.7 Total Anggaran
Uraian
Jumlah
1.Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Rp. 4.000.000
2.Analisa Biaya Tetap
Rp. 500.000
3.Analisa Biaya Variabel
Rp. 5.342.500
Total
Rp. 9.842.500


BAB IV
PENUTUP
 
Dengan berdirinya koperasi ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan tentang peluang dalam dunia usaha. Dari pendirian koperasi ini, kami menyimpulkan bahwa berdirinya koperasi ini karena kebutuhan warga desa Sukajadi yang masih belum terpenuhi kebutuhan pokoknya. Selain itu kami mendirikan koperasi ini juga mempunyai tujuan sebagai sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari karena pada prinsipnya koperasi adalah lembaga yang mensejahterakan anggotanya. Dengan adanya koperasi ini dapat memberikan lebih banyak kesempatan serta peluang untuk usaha kecil atau mikro.